Senin, 06 Maret 2017

PRAKTIK PROFESI LAPANGAN (PPL)



A.    URGENSI PRAKTIK PROFESI LAPANGAN (PPL)
1.      Latar Belakang
Secara teoritis mahasiswa dididik dan diarahkan untuk dapat mandiri, sehingga nantinya dapat terjun dalam masyarakat. Pembekalan diri dalam penugasan materi pelajaran, penampilan diri, tingkah laku, sikap, tutur kata yang kesemuanya ini menunjang dalam kehidupan sebagai calon pendidik.
Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan pendidikan khususnya merupakan paduan antara teori dan penerapan di lapangan dengan praktek langsung ke kelas dalam pengelolaan pendidikan tenaga pendidik profesional, sehingga terbentuk koordinasi yang mantap dalam semua kegiatan pembinaan tenaga pendidikan, dan diharapkan langsung pada situasi dan keadaan yang sebenarnya di lingkungan sekolah.
Oleh sebab itu maka sudah menjadi fardlu ain bagi Fakultas Tarbiyah STAI Pati, salah satu institusi yang bertujuan menyiapkan tenaga ahli guru Agama Islam dan meningkatkan kompetensi serta profesionalitas dalam bidang kependidikan Islam.
Tujuan tersebut dapat dilakukan secara profesional, apabila mahasiswa dibekali seperangkat ilmu, maupun pengalaman baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Sedangkan pengalaman praktis diberikan melalui kegiatan Praktik Profesi Lapangan (PPL). Secara umum kegiatan praktik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata  dan memperluas pengetahuan mahasiswa dalam pembentukan kompetensi pedagogik, professional, personal maupun sosial sebagai calon pendidik (guru) maupun tenaga kependidikan di sekolah, yang meliputi pengelolaan kelas, administrasi dan manajemen sekolah, dan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan sekolah secara memadai.
Praktek Profesi Lapangan (PPL) adalah salah satu program di Fakultas Tarbiyah STAI Pati yang mengupayakan dan mempersiapkan tenaga ahli guru di lingkungan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Untuk mencapai tujuan tersebut Fakultas Tarbiyah STAI Pati memberikan bekal pengetahuan bagi mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmu yang terkait dengan pendidikan. Sedangkan untuk memberikan bekal Praktek Proesi Lapangan kepada mahasiswa, maka salah satu mata kuliah praktek yang harus ditempuh oleh mahasiswa adalah melaksanakan PPL.
Dengan demikian, melalui PPL mahasiswa mampu membimbing, mendorong dan membangkitkan minat dan motivasi peserta didik dalam belajar. Selain itu mahasiswa Fakultas Tarbiyah mempunyai tujuan bahwa pendidikan Islam tidak semata-mata memberikan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan rasa keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan (transfer of value) terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta mengembangkan peserta didik menjadi manusia yang berakhlaqul karimah.
Pada dasarnya PPL bukan merupakan satu-satunya rangkaian pembelajaran yang ada di Fakultas Tarbiyah, bahkan di setiap perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah kejuruan yang menerapkan sistem perpaduan teori dan praktik, juga melaksanakan program PPL. Maka untuk keseimbangan antara learning to know dan learning to do, serta learning to be, kegiatan PPL yang diorientasikan pada penerjunan langsung mahasiswa pada realitas dunia pendidikan yang ada pada suatu lembaga atau institusi. Agar nantinya ketika lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa tidak canggung dan sudah siap melibatkan diri dalam dunia nyata.
Praktik Profesi Lapangan (PPL) Mahasiswa STAI Pati memiliki kekhususan dibandingkan mahasiswa LPTK lainnya. Sebab tujuan pendidikan agama Islam, tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan ketrampilan beribadat saja, tetapi juga menanamkan rasa keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT serta mengembangkan kepribadian peserta didik menjadi manusia yang memiliki akhlakul karimah.

 
2.      Tujuan dan Manfaat PPL
Sesuai dengan berbagai alasan yang dikemukakan di atas, juga berdasarkan buku pedoman Praktik Profesi Lapangan (PPL) fakultas Tarbiyah edisi 2001/2012, yang memuat hal ihwal tentang pelaksanaan program PPL tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam PPL ini sebagai berikut :
a.       Membimbing mahasiswa ke arah terbentuknya pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam pembentukan profesi Guru Pendidikan Agama Islam.
b.      Melatih dan meningkatkan kompetensi keguruan mahasiswa agar dapat terampil melaksanakan tugas-tugas kependidikan baik bersifat edukatif, administratif, maupun layanan bimbingan keagamaan, dan kepeserta didikan.
c.       Memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk dapat memahami keberadaan lembaga pendidikan dengan segala permasalahannya baik yang berhubungan dengan proses pembelajaran maupun pengelolaan sekolah secara umum.
d.      Menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama antara Fakultas Tarbiyah dengan sekolah latihan.
Sedangkan manfaat yang ingin dicapai dalam PPL ini adalah sebagai berikut:
a.      Bagi Mahasiswa
1)      Memperdalam pemahaman mahasiswa tentang proses pendidikan di sekolah  dengan segala problematikanya.
2)      Memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa tentang proses pembelajaran dan kegiatan administrasi sekolah.
b.      Bagi Sekolah Latihan
1)      Memperoleh kesempatan untuk berperan serta menyiapkan dan membentuk calon guru/tenaga kependidikan Islam yang berkompeten.
2)      Memperoleh bantuan tenaga, ilmu, dan pemikiran untuk pengembangan sekolah. 
c.       Bagi Fakultas Tarbiyah
1)      Memperoleh umpan balik (feed back) dari pengalaman mahasiswa praktikan terhadap perkembangan kependidikan di lapangan bagi penyesuaian dan pengembangan program akademik Fakultas Tarbiyah.
2)      Meningkatkan kerjasama dengan sekolah latihan untuk mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi.

B.       MASA PELAKSANAAN PPL
Masa  pelaksanaan  PPL  Sekolah Tinggi Agama Islam Pati dilaksanakan pada tanggal 10 September 2012 sampai dengan 10 Oktober 2012.

C.      PENEMPATAN MAHASISWA DI MADRASAH
Mahasiswa Praktik Profesi Lapangan (PPL) yang berjumlah 14 Orang ditempatkan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pati, yang ada di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Selama I bulan Penuh terhitung mulai tanggal 10 september sampai 10 Oktober 2012.

D.      MATA PELAJARAN DAN GURU PAMONG
Praktik Profesi Lapangan (PPL) yang ditempatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati yang dilaksanakan pada tanggal 10 September s/d 10 Oktober 2012 yang diikuti 14 Mahasiswa PPL.
Dalam pelaksanaan tugas mengajar tersebut, disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati. Kaitannya dengan mata pelajaran, ranah pelajaran agama Islam.
Jadi, selama kami mengadakan Praktik Profesi Lapangan (PPL) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati, kami mendapat tugas mengajar mata pelajaran PAI diantaranya :Fikih, Akidah Akhlak, Qur’an Hadits, Bahasa Arab dan SKI.
Dan untuk penulis sendiri mendapat tugas mengajar mata pelajaran Bahasa Arab selama mengadakan Praktik Profesi Lapangan (PPL). Dan Bapak Ah. Sahal, S.Pd.I menjadi guru pamong penulis.

E.       KELAS YANG DIAMPU
Dalam Praktik Profesi lapangan (PPL) penulis mengajar di :
1.         Kelas X 4
2.         Kelas X 5



F.       JADWAL MENGAJAR

NO
HARI
MATA PELAJARAN
KELAS
JAM KE
1
SENIN
BAHASA ARAB
X 4
6
2
SELASA
BAHASA ARAB
X 5
5-6
3
RABU
BAHASA ARAB
X 4

X 5
5

7-8





















BAB II
OBSERVASI LINGKUNGAN SEKOLAH

1.      Diskripsi Umum Kelas Latihan
Sesuai dengan observasi yang dilakukan, ada 11 ruang kelas yang setiap hari digunakan proses pembelajaran. Ruang tersebut terdiri dari kelas X, XI dan XII yang masing-masing tingkat kelas paralel yang berbeda. Untuk kelas X terdiri dari 4 paralel, yaitu kelas XA, XB, XC, XK. Kemudian kelas XI terdiri dari 4 paralel, yaitu kelas XI IPA, dan kelas XI IPS terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas XI IPS-1 dan XI IPS -2  Kemudian Kelas XII terdiri dari 3 kelas, yaitu XII IPA,  XII IPS dan XII K, setiap kelasnya rata-rata terdapat kurang lebih 35 peserta didik. Menurut aturan tata ruang, di setiap kelas terlihat cukup sehat, karena ada ventilasi udara dan pencahayaan yang cukup.
Seperti lazimnya sebuah kelas, di dalamnya terdapat perlengkapan dan aksesoris ruang kelas, misalnya bangku, papan tulis, papan informasi peserta didik, meja guru, lampu penerangan, stop kontak, gambar Presiden dan Wakil Presiden, lambang negara burung garuda, dan media pendukung pembelajaran lainnya.
Ada beberapa variasi kelas yang lain seperti regu piket maupun gambar-gambar yang mengandung pesan edukatif juga terlihat di sana, hanya saja aksesoris itu beragam/tidak sama antara kelas satu dengan kelas lainnya, sebab setiap kelas berbeda-beda keinginannya. Dari beberapa gambaran itu setidaknya menunjukkan bahwa pada masing-masing kelas cukup representatif untuk proses pembelajaran di kelas.
2.      Observasi Pembelajaran Model
Dalam hal ini, mahasiswa peserta PPL  melakukan observasi dengan cara mengamati cara belajar siswa dan guru mengajar. Mahasiswa peserta PPL  juga mengamati hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas guru dan tenaga kependidikan lain di MA Manahijul Huda Ngagel.
Pada dasarnya observasi model dilakukan untuk mendapatkan gambaran bagaimana guru pamong melaksanakan pembelajaran di kelas. Selain itu praktikan dapat melakukan penjajakan terhadap situasi pembelajaran yang ada. Praktikan akan lebih mengenal medan, menganalisa media yang ada di kelas, sehingga dalam mempersiapkan rencana pembelajaran dapat maksimal. Dengan adanya observasi model, praktikan juga dapat mengidentifikasi peserta didik yang berpotensi menciptakan suasana hidup, maupun gaduh dalam kelas, dan pada endingnya praktikan dapat mengantisipasi semua itu.
Teknis observasi model ini, dilakukan dengan secara langsung praktikan mengikuti pembelajaran dalam kelas bersama guru pamong dan peserta didik. Prosedur yang ditetapkan oleh kebijakan fakultas Tarbiyah dan dalam buku pedoman PPL mengejar target 8 kali pertemuan (kegiatan pembelajaran), yang terdiri dari:
1)      Satu kali pertemuan untuk observasi terhadap pembelajaran model yang dilakukan oleh guru pamong.
2)      Dua kali pertemuan untuk praktik mengajar dengan di dampingi guru pamong.
3)      Empat kali pertemuan untuk praktek mengajar mandiri.
4)      Satu kali pertemuan terakhir untuk penilaian.
Oleh karena itu observasi model juga dilakukan dalam bentuk lain, misalnya dengan konsultasi dengan guru pamong. Dari situ praktikan mendapat gambaran sekilas tentang kondisi dan situasi kelas, beserta anak-anak yang dianggap berpotensi membuat ramai di kelas.
Secara substansial observasi model sebenarnya bisa dilakukan dengan banyak hal, tidak harus secara langsung mengikuti guru pamong ke dalam kelas. Yang terpenting dalam kegiatan ini para praktikan mendapatkan gambaran, tentang bagaimana membuka pelajaran yang baik, memberikan motivasi, melaksanakan apersepsi agar suasana bisa in dahulu. Selanjutnya bagaimana praktikan mampu mengelola kelas, sehingga dalam menyampaikan materi pelajaran, peserta didik dapat lebih senang dalam mengikuti pembelajaran. Kemudian bagaimana praktikan juga mampu memberikan stimulus agar peserta didik tergerak untuk berperan aktif dalam proses tersebut. Mungkin dengan cara melemparkan pertanyaaan pancingan ataupun memberikan penghargaan pada peserta didik yang bertanya atau berani berkomentar tentang materi yang sedang dibicarakan. Hingga bagaimana praktikan terampil dalam menyimpulkan materi dan memberikan tugas sebagai alat evaluasi.


























BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK PEMBELAJARAN DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

1.      Praktik Pembelajaran di Kelas
2.      Pengelolaan Sumber Belajar
3.      Pelaksanaan Praktik Administrasi dan Manajemen Sekolah
4.      Kendala Pelaksanaan Pembelajaran
Hal yang dipermasalahkan oleh mahasiswa PPL Bagaimana cara mahasiswa di dalam menyajikan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa-siswa?
Dalam pelaksanaan Praktik Mengajar ini, terasa tidak ada kendala atau masalah yang begitu signifikan dalam artian yang bisa menggagalkan dalam Proses Belajar Mengajar. Hal ini dikarenakan pada dasarnya sifat yang ada pada siswa-siswi sudah cukup baik dan kegiatan Proses Belajar Mengajar bisa berjalan secara lancar dan optimal, sehingga hal itu mampu menghasilkan output yang baik pula. Namun penulis juga sedikit menemui masalah / kesulitan pada beberapa siswa/ siswi yang kurang begitu memperhatikan pada proses belajar mengajar di kelas.
5.      Pemecahan Masalah
Dengan berbagai masalah yang dihadapi, yang sebenarnya tidak begitu signifikan maka hal ini tidak menjadikan suatu hal yang berarti. Karena penulis sebagai Mahasiswa PPL cepat dengan tanggap mengatasi maslah yang terjadi dalam proses belajar mengajar dengan memberi motivasi kepada siswa dengan memberikan stimulus-stimulus berupa pertanyaan atau peneguran kepada siswa yang mengarah pada materi yang diajarkan dan menghidupkan suasana kelas dengan diselingi playing role sebagai penyegaran siswa sehingga sistem pembelajaran dapat berlangsung dengan rileks dan santai namun penuh dengan keseriusan.
Dari solusi yang dinampakan tersebut maka timbul berbagai kesan yang ada ketika penulis mengadakan praktik mengajar yaitu adanya sikap proaktif yang sangat kondusif dari para siswa/ siswi sehingga seluruh rangakaian pembelajarn dapat tercapai, sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini terbukti dengan kesungguhan mereka dalam menjawab pertanyan disela-sela penyampaian materi maupun diakhhir Proses Belajar Mengajar.